video tutorial pembuatan amplop surat

BIODATA

Label:


Nama Lengkap                        : Azlan Yazid        
Nama Panggilan                      : Azlan
No. Induk Mahasiswa (NIM)  : 11070
Tempat/Tgl Lahir                    : Jaya Bakti , 18 Maret 1993
Jenis Kelamin                          : Laki - Laki
Agama                                     : Islam
Alamat Rumah                        : Jl.Perintis Kemerdekaan 7 No. 12 C.

PENGOLAHAN FILM SINAR-X ( FILM PROCESSING )

Label:


             Sebuah kegiatan yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran nyata yang permanen dari film.
Manual Processing         

1.     DEVELOPER

  •       Developing Agent ( Reducing Agent )

       Bahan yang digunakan sodium hidrosulfit, hidrogen peroksida,formal dehid dan vit.C.Berfungsi sebagai reducing agent,memroduksi perak bromida menjadi perak metalik.Bersifat basa lemah dan ph 11,5.Zat yang digunakan pada developer yaitu methol dan hidroquinon.

  •    Accelarator

        Berfungsiununtuk mempercepat proses pembangkitan.Cara kerja mengembangkan emulsi film sehingga mudah ditembus oleh developing agent.

  •     Restreiner

         Berfungsi untuk menahan reduksi yang berlebihan terutama pada kristal AgBr pada film yang tidak terekspos.
  •       Presorvatif
          Untuk menangkal pengaruh oksigen.
  •       Solvent
          Berfungsi sebagai pelarut

Faktor-faktor penting dalam penggunaan developer
1.     Suhu / temperatur
2.     Agitasi yaitu proses / gerakan menggoyangkan film selam proses pembangkitan
3.     Keadaan developer


2.     RINSING ( PEMBILASAN )
  
                         Pada tahap rinsing / pembilasan digunakan air dengan ph netral yaitu ph 7 untuk menghilangkan cairan developer yang masih menempel pada film yang bersifat basa dan masuk pada tahap selanjutnya pada ph asam.




3.     FIXING ( PENETAPAN )

                         Mempunyai tujuan :

  •   Menghentikan proses pembamgkitan sehingga tidak ada lagi perubahan bayangan pada film
  •   Untuk melarutkan perak bromida yang tidak terkena eksposi sehingga pada bagian yang tidak terkena eksposi akan tampak bening
  •  Menyamak emulsi AgBr agar tidak menjadi rusak

Komposisi dari fixer :
  •  Fixing agent yaitu untuk melarutkan  perak bromida yang tidak terkena eksposi.Bahan dari fixer sodium theosuphate dan amonium theosulphate
  •  Asam ( acid ) Yaitu untuk menghentikan aksi dari developer secara cepat / merata     Stabiliser ( presorvatif )
  •   Buffer
  • Hardener



4.     WASHING

                       Bertujuan untuk menghilangkan bahan-bahan yang diperoleh selama penetapan dengan suhu 250C.Waktu standar proses washing 10 menit.


5.     DRY

                        Temperatur yang digunakan 400C - 500C dengan kelembapan yang rendah.



          
              Automatic processing

            
               Pengolahan film secara otomatis dengan menggunakan mesin pengolahan film untuk melakukan pekerjaan pengolahan film yang tadinya dikerjakan oleh manusia.
               Alasan digunakan automatic processing
1.     Pengolahan film bisa dilakukan dengan cepat , paling lama 120 detik dan paling cepat 90 detik
2.     Pekerjaan dilakukan lebih praktis dan bersih
3.     Pengolahan film mempunyai waktu yang standar
4.     Kamar gelap yang digunakan relatif kecil
5.     Serta biaya yang digunakan lebih terjangkau
              Tahapan pengolahan film melalui automatic processing hampir sama
dengan pengolahan film secara manual, pada automatic processing tidak ada tahapan rinsing seperti pada processing manual karena telah digantikan oleh roller.
·        Tahapan pengolahan film secara automatic :
                           Developer,fixer,washing,drying.
·        Sistem transportasi film
1.)  Feeding system / sistem masuk film
-         Microswicth,cara kerjanya film dimasukkan melewati feed tray kemudian akan menekan roller keatas kemudian tekanan ini akan mengaktifkan microswicth, apabila microswicth telah aktif maka semua mekanik dari mesin processing akan bergerak.
-         Infra red cara kerjanya film dimasukkan melewati feed tray akan memutus hubungan infra red , maka semua mekanik dari semua mesin processing akan bekerja.
 




LANDMARK DAN BASELINE DALAM RADIOGRAFI SKULL

Label:

      Landmark merupakan suatu tanda yang berada di daerah tubuh yang digunakan untuk membantu dalam suatu pemeriksaan. Sedangkan baseline merupakan suatu garis khayal pada daerah tubuh yang juga digunakan untuk membantu dalam suatu pemeriksaan. Pada penjelaasan berikut akan dijelaskan beberapa landmark dan baseline yang ada di kepala yang sering digunakan dalam pemeriksaan radiografi.

a. Landmark
1. Vertex
            Suatu titik yang berada pada pertengahan MSP kepala pada tulang parietal

2. Glabella
           Suatu titik yang berada pada MSP sejajar dengan kedua alis mata pada tulang
           frontal

3. Nasion
          Suatu titik yang berada pada MSP setinggi kedua mata

4. Acanthio
          Suatu titik yang berada pada MSP di antara lubang hidung dan bibir

5. Infra Orbital Point
         Suatu titik yang berada di bawah dari orbita

6. Outer Canthus of Eye
         Suatu titik yang berada pada lateral dari orbita

7. Inner Canthus of Eye
         Suatu titik yang berada pada medial dari orbita

8. Mental
        Suatu titik yang berada pada MSP di bawah bibir

9. External Acoustic Meatus (EAM) atau Meatus Acusticus Ekternus (MAE)
       Suatu titik yang berada tepat di lubang telinga.



b. Baseline                                        

1. Glabellomeatal Line
       Garis yang menghubungkan MAE dengan Glabella

2. Orbito Meatal Line
       Garis yang menghubungkan MAE dengan Orbita

3. Infra Orbito Meatal Line
      Garis yang menghubungkan MAE dengan Infra Orbita Point

4. Acanthiomeatal Line
      Garis yang menghubungkan MAE dengan Acanthio

5. Mentomeatal Line
      Garis yang menghubungkan MAE dengan Mental

6. Glabelloalveolar Line
      Garis yang menghubungkan Glabella dengan Alveola

ISTILAH-ISTILAH PADA PEMERIKSAAN RADIOGRAFI

Label:


Pengaturan posisi pasien :
  • Supine        : posisi pasien berbaring.
  • Prone          : posisi pasien tengkurap.
  • Erect           : posisi pasien berdiri
  • Lateral        : posisi pasien miring 900
  • Obliq          : pasien miring pada sudu >00 dan <900


          Terdiri atas :

   §  RPO ( Right Posterior Obliq ) yaitu posisi pasien miring dengan sisi kanan
              belakang dekat dengan film.
   §  RAO ( Right Anterior Obliq ) yaitu posisi pasien miring dengan sisi kanan
              depan dekat dengan film.
   §  LPO ( Left Posterior Obliq ) yaitu posisi pasien miring  dengan sisi kiri
               belakang dekat dengan film.
   §  LAO ( Left Anterior Obliq ) yaitu posisi pasien miring dengan sisi kiri depan
              dekat dengan film.



Pengaturan Posisi Objek :



               Yang dimaksud dengan pengaturan posisi objek adalah letak atau kedudukan dari sebagian penderita / pasien yang perlu diatur dalam suatu pemeriksaan radiografi, misal seorang penderita yang akan dilakukan pemeriksaan radiografi pada ossa manusnya maka yang disebut posisi objek adalah posisi dari ossa manus tersebut.

                Pada umumnya untuk mengatur posisi objek prlu dilakukan pergerakan pada objek tersebut untuk mendapatkan posisi yang dikehendaki.Istilah-istilah  pergerakan objek :

     ·        Flexio          : pergerakan objek dalam melipat sendi
     ·        Extensio      : pergerakan objek dalam membuka sendi
     ·        Endorotasi  : pergerakan objek memutar kedalam
     ·        Eksorotasi   : pergerakan objek memutar keluar
     ·        Abduksi      : pergerakan objek menjauhi tubuh
     ·        Aduksi        : pergerakan objek mendekati tubuh
     ·        Inspirasi      : gerakan menarik napas
     ·        Ekspirasi     : gerakan mengeluarkan napas


Pengaturan Pusat Sinar ( Central Ray )

  • Antero Posterior ( AP ) : arah sinar dari depan ke belakang
  • Postero Anterior ( PA ) : arah sinar dari belakang ke depan
  • Dorso Ventral                : arah sinar dari punggung ke perut
  • Ventro Dorsal                : arah sinar dari perut ke punggung
  • Dorso Plantar                 : arah sinar dari punggung ke telapak
  • Planto Dorsal                 : arah sinar dari telapak ke punggung
  • Supero Inferior              : arah sianar dari atas ke bawah
  • Infero Superior              : arah sinar dari bawah ke atas
  • Latero medial                : arah sinar dari tepi ke tengah
  • Medio lateral                 : arah sinar dari tengah ketepi
  • Translateral                   : arah sinar dari tepi ke tepi
  • Caudo cranial                : arah sinar dari ekor ke kepala
  • Cranio Caudal               : arah sinar dari kepala ke ekor
  • Axial                             : arah sinar menuju sendi
  • Tangensial                    : arah sinar menuju garis singgung


Proses Pencucian Film

  • o   Automatic Processing

  • Developer / developing 
  •  Fixing 
  • Washing
  •  Drying

  • o   Manual Processing

  • Developer / developing 
  • Rinsing 
  •  Fixing
  • Washing 
  • Drying