PENGOLAHAN FILM SINAR-X ( FILM PROCESSING )

Label:


             Sebuah kegiatan yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran nyata yang permanen dari film.
Manual Processing         

1.     DEVELOPER

  •       Developing Agent ( Reducing Agent )

       Bahan yang digunakan sodium hidrosulfit, hidrogen peroksida,formal dehid dan vit.C.Berfungsi sebagai reducing agent,memroduksi perak bromida menjadi perak metalik.Bersifat basa lemah dan ph 11,5.Zat yang digunakan pada developer yaitu methol dan hidroquinon.

  •    Accelarator

        Berfungsiununtuk mempercepat proses pembangkitan.Cara kerja mengembangkan emulsi film sehingga mudah ditembus oleh developing agent.

  •     Restreiner

         Berfungsi untuk menahan reduksi yang berlebihan terutama pada kristal AgBr pada film yang tidak terekspos.
  •       Presorvatif
          Untuk menangkal pengaruh oksigen.
  •       Solvent
          Berfungsi sebagai pelarut

Faktor-faktor penting dalam penggunaan developer
1.     Suhu / temperatur
2.     Agitasi yaitu proses / gerakan menggoyangkan film selam proses pembangkitan
3.     Keadaan developer


2.     RINSING ( PEMBILASAN )
  
                         Pada tahap rinsing / pembilasan digunakan air dengan ph netral yaitu ph 7 untuk menghilangkan cairan developer yang masih menempel pada film yang bersifat basa dan masuk pada tahap selanjutnya pada ph asam.




3.     FIXING ( PENETAPAN )

                         Mempunyai tujuan :

  •   Menghentikan proses pembamgkitan sehingga tidak ada lagi perubahan bayangan pada film
  •   Untuk melarutkan perak bromida yang tidak terkena eksposi sehingga pada bagian yang tidak terkena eksposi akan tampak bening
  •  Menyamak emulsi AgBr agar tidak menjadi rusak

Komposisi dari fixer :
  •  Fixing agent yaitu untuk melarutkan  perak bromida yang tidak terkena eksposi.Bahan dari fixer sodium theosuphate dan amonium theosulphate
  •  Asam ( acid ) Yaitu untuk menghentikan aksi dari developer secara cepat / merata     Stabiliser ( presorvatif )
  •   Buffer
  • Hardener



4.     WASHING

                       Bertujuan untuk menghilangkan bahan-bahan yang diperoleh selama penetapan dengan suhu 250C.Waktu standar proses washing 10 menit.


5.     DRY

                        Temperatur yang digunakan 400C - 500C dengan kelembapan yang rendah.



          
              Automatic processing

            
               Pengolahan film secara otomatis dengan menggunakan mesin pengolahan film untuk melakukan pekerjaan pengolahan film yang tadinya dikerjakan oleh manusia.
               Alasan digunakan automatic processing
1.     Pengolahan film bisa dilakukan dengan cepat , paling lama 120 detik dan paling cepat 90 detik
2.     Pekerjaan dilakukan lebih praktis dan bersih
3.     Pengolahan film mempunyai waktu yang standar
4.     Kamar gelap yang digunakan relatif kecil
5.     Serta biaya yang digunakan lebih terjangkau
              Tahapan pengolahan film melalui automatic processing hampir sama
dengan pengolahan film secara manual, pada automatic processing tidak ada tahapan rinsing seperti pada processing manual karena telah digantikan oleh roller.
·        Tahapan pengolahan film secara automatic :
                           Developer,fixer,washing,drying.
·        Sistem transportasi film
1.)  Feeding system / sistem masuk film
-         Microswicth,cara kerjanya film dimasukkan melewati feed tray kemudian akan menekan roller keatas kemudian tekanan ini akan mengaktifkan microswicth, apabila microswicth telah aktif maka semua mekanik dari mesin processing akan bergerak.
-         Infra red cara kerjanya film dimasukkan melewati feed tray akan memutus hubungan infra red , maka semua mekanik dari semua mesin processing akan bekerja.
 




0 komentar:

Posting Komentar